Ratannews.com, Pemalang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M. Momentum umat bangsa agar belajar mentauladani perilaku Nabi dan para Khulafaur Rosyidin di saat terjadi gejolak kekacauan pada situasi negara yang sedang tidak baik – baik saja, eskalasinya terjadi gelombang unjuk rasa dimana-mana, aksi-aksi protes pada suatu wadah demonstrasi sampai terjadi keonaran dan penjarahan pada sebagian rumah-rumah penjabat di negeri ini.
Gambaran terhadap situasi negara yang sedang dalam kekacauan tersebut maka perlu kiranya kita semua sebagai sebuah umat bangsa penting kiranya untuk melakukan refleksi terhadap dosa-dosa dan prilaku umat yang tidak sesuai dengan norma / syariat, akhlak dan aqidah sebagai tuntunan pedoman umat yang beriman dan bertaqwa seperti yang di ajarkan oleh Baginda Nabi Agung Muhammad SAW.
Sebagai pelajaran bagi seluruh anak bangsa maka banyak-banyaklah meminta ampun kepada Allah SWT, Tuhan Sang pencipta Alam semesta agar kita selalu di berikan keselamatan dan kesejahteraan untuk mewujudkan negara bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Negara yang baik dan subur dengan Tuhan Yang Maha Pengampun. Makna kata tersebut menggambarkan sebuah negara ideal yang makmur, sejahtera, dan diridai oleh Allah SWT, yang mencakup kebaikan alam, kebaikan perilaku penduduk, dan keharmonisan spiritual serta material. Sebagaimana Allah firmankan dalam surat Nuh ayat 10-12 yang artinya : Maka aku (Allah) berkata kepada mereka, ” Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu”.
Refleksi diri pada peringatan maulud nabi juga menggambarkan perlu adanya ketauladanan pemimpin bangsa yang mempunyai sifat seperti para sahabat-sahabat Nabi yang khulafaur Rasyidin (Khulafa ar-Rasyidun) dalam urusan kenegaraan dan pemerintahan, tetapi tidak dalam urusan kenabian. Menengok sejarah Periode kepemimpinan Khulafaur Rasyidin dianggap sebagai masa keemasan dan kejayaan dalam sejarah Islam setelah masa Rasulullah SAW.
Para Khulafaur Rasyidin dipandang sebagai sosok yang arif dan bijaksana, dan tindakan serta pendapat mereka menjadi panutan bagi umat Muslim.
Dari makna kata Khulafaur Rasyidin disini perlu adanya prilaku para pemimpin negeri untuk memberikan contoh-contoh prilaku yang baik, keputusan yang bijaksana untuk kepentingan rakyat semata, sosok yang menggambarkan Khulafaur Rasyidin yang dapat dicontohkan oleh pemimpin bangsa yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mempraktekan sunah-sunah nabi selanjutnya mengajak seluruh umat untuk memperkuat keimanan, meneladani akhlak nabi serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Serta sebagai wujud rasa syukur dan ikhtiar memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa dan negara ini agar tetap dalam lindungan Allah SWT. agar bangsa Indonesia selalu diberikan kedamaian, ketenangan dan keamanan, dan rasa cinta kepada rasulullah, sekaligus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa demi menjaga situasi kamtibmas di tengah dinamika sosial yang berkembang saat ini. ( Arif hijrah )


















